Peristiwa Oknum DPRD Tabrak Polisi Akhirnya Berdamai

LAMPUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Marta Aryadi, harus berurusan dengan hukum. Legislator tersebut terlibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (16/8) lalu.

Korban dari kecelakaan lalu lintas ini adalah anggota Unit Lalu Lintas Polsek Tanjungkarang Barat Brigadir Kepala Adriansyah.

Adriansyah mengalami patah tangan kiri akibat tabrakan mobil Toyota Hilux yang dikendarai Marta.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung Komisaris Syouzarnanda Mega mengatakan, petugas sudah menyita mobil yang dikendarai Marta sebagai barang bukti.

“Mobilnya sudah kami amankan di Polresta,” ujar Nanda, Jumat (18/8).

Untuk Marta sendiri, menurutnya, statusnya baru sebagai saksi terperiksa.

Ia mengatakan, penyidik juga masih merampungkan pemeriksaan para saksi yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Saksi yang diperiksa berjumlah dua orang.

Menurut Nanda, perkara ini masuk dalam kategori kecelakaan lalu lintas ringan karena korban hanya mengalami patah tangan. Perkara kecelakaan lalu lintas kategori ringan, kata Nanda, penyelesaiannya bisa dengan perdamaian antarkedua belah pihak.

Sampai saat ini, kata Nanda, pihaknya sudah mendengar adanya perdamaian antara korban dengan Marta. Namun, lanjutnya, penyidik belum melihat bukti autentik perdamaian tersebut.

“Kami masih menunggu bukti perdamaian itu untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Nanda menceritakan, peristiwa lakalantas ini terjadi Rabu (16/8) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu Bripka Adriansyah dan Aiptu Zulkarnain sedang mengatur lalu lintas di pertigaan lampu merah Kemiling dalam rangka mengatur jalur gubernur.

Bripka Adriansyah mengatur dari arah Jalan Imam Bonjol dan Aiptu Zulkarnain mengatur dari jalur dua Jalan Cik Ditiro.

Pada saat itu Bripka Adriansyah sudah memberhentikan kendaraan dari arah Jalan Cik Ditiro dan kemudian menghadap arah Jalan Imam Bonjol.

Pada saat itu mobil Toyota Hilux warna hitam yang dikendarai Marta menabrak Bripka Adriansyah dari belakang. Bripka Adriansyah terhempas. Melihat anggota polisi terpental, Marta memberhentikan laju mobilnya.

Marta mendekati korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bumi Waras yang ditemani oleh Aiptu Zulkarnain. Akibat tabrakan itu, Bripka Adriansyah mengalami luka patah tangan kiri.

Meski demikian, kata Nanda, polisi tidak melakukan penahanan kepada Marta Aryadi.

Warga asal OKU itu hanya dikenakan wajib lapor dalam satu harinya. Alasan tidak dilakukan penahanan, karena Polisi melihat adanya ikhtikad baik dari Marta.

“Yang bersangkutan akan bertanggung jawab penuh akibat dari kelalaiannya. Atas dasar itulah, penahanan tidak dilakukan. Rencananya kedua belah pihak hendak menyelesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.

Sementara Kasat lantas Polres OKU, AKP Candra Kirana Putra SIk membenarkan kejadian Lakalantas yang melibatkan anggota DPRD OKU tersebut. Menurutnya, waktu kekadian dirinya mendapat informasi dari pihak Satlantas Polresta Bandar Lampung. “Iya bener ada anggota DPRD OKU, yang terlibat lakalantas di Tanjung Karang Barat, saat ini yang bersangkutan dan kendaraannya tengah diamankan di Polrestabes Bandar Lampung, untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Jumat (18/08).

Terpisah, kabar musibah kecelakaan yang dialami Marta Aryadi tersebut, rupanya belum sampai pada rekan-rekannya sesama anggota DPRD. Saat dikonfirmasi awak media, beberapa anggota DPRD yang ditanyai mengaku tidak tahu kabar tersebut. Seperti Yudi Purna Nugraha, Ledi Patra, Joni Awaludin, Yopi Sahrudin. Termasuk rekan Marta di Fraksi Golkar, Rusman Junaedhi dan Yoni Risdianto juga tak tahu. “Nah, belum tahu (kabar tersebut). Bahkan baru dengar ini,” sebut mereka.

Bahkan pihak Sekretariat dewan pun juga mengaku tidak tahu. “Kalau saya baru tahu inilah. Sebab belum ada konfirmasi,” sebut Baharudin, Kabag Persidangan dan Hukum Setwan, singkat. (*/Trbn/rel)